
Di sini aku melihatnya malam ini,.. duduk bersimpuh di hadapanku,.. di karpet merah di kamarku. Aku bengong melihat bulir bening itu menetes membasahi pipinya yang chubby. Tak ada yang bisa kulakukan selain menyodorkan segulung tissue padanya. Diambil dua lembar,..
Semenit kemudian, dia terisak hingga bahunya terguncang pelan. Dan tangis itu benar-benar meledak, meski tetap tanpa suara,.. Dia menggigit bibirnya kuat-kuat menahan emosi jiwanya yang turut meledak bersama tangis pilunya itu..
Sobat,.
Ada apakah kiranya denganmu? Masalah apakah gerangan yang bisa membuatmu sedemikian bersedih? Siapa yang tega melukai hatimu yang lembut itu?
Dia memandangku sekilas,. Berusaha tersenyum, walau sangat getir,. Namun tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya..
Sekali lagi dia terisak, dan membenamkan mukanya yang mulai memerah ke dalam pangkuannya. Kali ini bahunya terguncang semakin keras, dan bulir-bulir bening itu membanjir di pipinya.
Tuhan,.
Aku tidak tahan melihatnya seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar sahabatku ini berhenti menangis?
Sobat,. (kataku sambil memeluknya)
Katakan padaku apa yang bisa kulakukan untukmu?
Kubiarkan dia menangis dalam pelukanku,..
Tak pernah kuketahui apa sebab dia berlaku demikian,.. Hampir tengah malam ketika aku berhasil membujuknya untuk tidur. Hanya satu kalimat yang dia ucapkan sebelum akhirnya terlelap, "Ternyata aku juga terluka melihatnya terluka, dan luka itu terasa sangat sakit."
Aku hanya mengangguk dan menepuk-nepuk pundaknya. Kupastikan dia telah terlelap sebelum akhirnya aku beranjak pergi.
Tuhan,.
Semenit kemudian, dia terisak hingga bahunya terguncang pelan. Dan tangis itu benar-benar meledak, meski tetap tanpa suara,.. Dia menggigit bibirnya kuat-kuat menahan emosi jiwanya yang turut meledak bersama tangis pilunya itu..
Sobat,.
Ada apakah kiranya denganmu? Masalah apakah gerangan yang bisa membuatmu sedemikian bersedih? Siapa yang tega melukai hatimu yang lembut itu?
Dia memandangku sekilas,. Berusaha tersenyum, walau sangat getir,. Namun tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya..
Sekali lagi dia terisak, dan membenamkan mukanya yang mulai memerah ke dalam pangkuannya. Kali ini bahunya terguncang semakin keras, dan bulir-bulir bening itu membanjir di pipinya.
Tuhan,.
Aku tidak tahan melihatnya seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar sahabatku ini berhenti menangis?
Sobat,. (kataku sambil memeluknya)
Katakan padaku apa yang bisa kulakukan untukmu?
Kubiarkan dia menangis dalam pelukanku,..
Tak pernah kuketahui apa sebab dia berlaku demikian,.. Hampir tengah malam ketika aku berhasil membujuknya untuk tidur. Hanya satu kalimat yang dia ucapkan sebelum akhirnya terlelap, "Ternyata aku juga terluka melihatnya terluka, dan luka itu terasa sangat sakit."
Aku hanya mengangguk dan menepuk-nepuk pundaknya. Kupastikan dia telah terlelap sebelum akhirnya aku beranjak pergi.
Tuhan,.
Lelapkan tidurnya.. Jagalah dia malam ini,. hingga esok fajar merekah dengan indah.. untuknya.
Dedicated for both of you my sist,.
No more tears,..
I love u all