Kamis, 25 Desember 2014

This (same) Point

Membaca kumpulan cerita yang kutorehkan pada beberapa roll kertas abu-abu, rasanya seperti manapaki kembali jalan-jalan yang pernah kulalui.

Sekali waktu aku mendaki, berjalan susah payah untuk sampai di puncak bukit. Namun tak jarang pula setelah sampai di titik tertinggi itu, aku malah memilih kembali menggelinding ke bawah menuju dasar lembah. Tidak, aku tidak mengartikan dasar lembah sebagai pencapaian terendah. Bagiku dasar lembah bisa menjadi tempat istirahat yang indah setelah dulu pernah bersusah payah mendaki ke puncak bukit.

Dan di sinilah aku sekarang...