Kau rasta di dada
sejak pertama ku masuk dalam neraka ini
kau getarkan dindingnya
hingga terasa tak ada batasan inspirasi
Kau gemuruh di langit badai
sejah kilat membunuhku di hadapanmu
kau belah langit sendiri
membuatku berlutut memohon tatapanmu
Kau gelombang di samudera
sejak butiran pasir mengkristal di pantai
kau tenggelamkan aku serta merta
waktu kau hunus padaku tsunami
dan menelantarkanku,
tanpa kehadiranmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar